|
Yayasan Kaumi Gelar Program Pengentasan Buta Aksara Dan Pelatihan
Musik Di Distrik Manokwari Utara
Setelah berjalan selama kurang lebih lima bulan, dari target waktu
sebelumnya yakni tiga bulan, program pengentasan
buta
aksara dan pelatihan dasar musik angkatan pertama yang
diselenggarakan oleh Yayasan Karya Ujung Bumi (KAUMI) di kampung
Pami distrik Manokwari Utara, Senin 21 April 2008, ditutup oleh
Kadistrik Manokwari Utara Eli D.K Sembor, dalam suatu acara yang
terbalut suasana kekeluargaan yang cukup kental. Dalam laporan ketua
panitia yang dibacakan Stenly Daniel Sondakh, lewatnya target waktu
yang ditentukan tersebut disebabkan oleh banyaknya pelaksanaan
kegiatan keagamaan di bulan Desember dan Februari di daerah ini.
Dalam laporan itu, disebutkan pula bahwa / dari 17 perserta yang
mengikuti program pengentasan buta aksara, delapan diantaranya lulus
dengan predikat sangat baik. Lima lainnya lulus dengan predikat baik
sedangkan empat orang lainnya masih harus kembali mengikuti program
tersebut, meskipun program itu telah ditutup. Kegiatan yang
bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia
tersebut, dalam pandangan kepala kampung Pami Mesakh Tibyai,
merupakan berkah bagi masyarakatnya, sebab dengan dapat membaca
warga yang dipimpinnya dapat perlahan – lahan mengejar
ketertinggalan untuk dapat memiliki dan membangun kehidupan yang
lebih baik.
selengkapnya
>>> |
|
Yayasan Karya Ujung Bumi Adakan Pelatihan Pembuatan
Barang Kerajinan Tangan Khas Papua
Yayasan Kaumi dan Sangar Lestari
Gunung Meja bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan
Pariwisata
Provinsi Papua Barat mengadakan Pelatihan Pembuatan Kerajinan Tangan
Khas Papua Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 Desember 2007
s/d 8 Desember 2007 bertujuan untuk melestarikan keahlian atau
ketrampilan pembuatan barang-barang kerajinan tradisional dari
seniman-seniman generasi tua ke generasi muda. Kegiatan Pelatihan
ini diikuti oleh 30 pemuda-pemudi yang berdomisili di Komplex Misi
Brawijaya Kota Manokwari sedangakan instrukturnya adalah para
seniman yang sudah senior dan ahli dalam pembuatan berbagai produk
kerajinan khas Papua Ketua Umum Yayasan Kaumi Royke Nangin
menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung para peserta sangat
antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut ini dibuktikan dengan
rencana peserta yang hanya ditargetkan 20 orang bertambah menjadi 30
orang peserta.
selengkapnya
>>> |
|
Distrik Anggi Kekurangan
Guru
Kekurangan tenaga guru di Distrik Anggi sangat
dikeluhkan warga masyarakat. Untuk itu pada kegiatan Musyawarah
Perencanaan Pembagunan (Musrenbang) tingkat Distrik Kabupaten Manokwari
tahun 2008, menjadi sorotan dan sekaligus menjadi prioritas utama yang
harus diperjuangkan sehingga kedepan kekurangan tenaga guru dapat
teratasi. Tenaga guru yang diperjuangkan pada jenjang Sekolah
Dasar,sebanyak 3 orang guru, SMP Negeri Anggi 3 orang guru dan SMA
Negeri Anggi 3 orang guru. Kadistrik Anggi La Monti, SH mengakui
kekurangan tenaga guru bukan hanya di distrik yang dipimpinnya, tetapi
sudah menjadi masalah daerah secara keseluruhan.
Namun
pihaknya berupaya mengatasi kekurangan tenaga guru dengan mengusulkan
kepada pemerintah daerah Kabupaten Manokwari diperjungankan untuk
ditambah, sehingga kekurangan tenaga guru dapat diatasi.
selengkapnya
>>> |
|
Yayasan Kaumi Adakan Pelatihan Penyuluh Hiv/ Aids
Bagi Kader Kaumi

Selasa, 19 Desember 2006 Bertempat di Aula
Kaumi, diadakan Pelatihan Penyuluh
HIV / Aids Yayasan Karya Ujung Bumi. Acara yang dibuka oleh Ketua Komisi
Penanggulangan HIV/Aids (KPA) Kabupaten Manokwari Drs. Anton Lesnusa
dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Karya Ujung Bumi James Taroreh,
Ketua Umum Yayasan Karya Ujung Bumi, Royke Nangin dan Seluruh Peserta
dari unsur Yayasan Kaumi. Ketua KPA Kabupaten Manokwari
Drs. Anton Lesnusa dalam Sambutannya menyampaikan bahwa sejak pertama kali kasus HIV ditemukan di
Kabupaten Manokwari pada tahun 1999, tingkat infeksi HIV/Aids di Kabupaten
Manokwari terus terus merangkak naik setiap tahunnya dimana hingga bulan juli
2006 tercatat telah ditemukan 232 kasus HIV/Aids.
selengkapnya >>>
|
|
Ester Kereway,
Profil Perempuan Papua yang Mandiri
Karena tekanan ekonomi, ia harus serius
mencari nafkah dari ketrampilan membuat souvenir. Sejak dua puluh tahun
lalu ia menjadi single parent dan harus menghidupi sembilan
anaknya. Sebenarnya, Mama Kereway adalah guru sekolah
dasar. Ia lulusan Opleiding Dorps Onderweiss (ODO) Fakfak, sebuah
sekolah pendidikan guru di zaman Belanda. Ia kemudian mengajar di SD YPK
1 Manokwari hingga pensiun dua tahun yang lalu. Bakat mengajar mungkin
diperolehnya dari orangtuanya yang juga adalah guru. Sebagai seniman, prestasinya bagus sekali. Banyak penghargaan telah
diraihnya. Sebagai warga masyarakat ia adalah ketua RT yang suka
menolong. Sebagai aktivis gereja, ia adalah ketua Pelayanan Wanita GKI
Gereja Elim Kwawi Manokwari, gereja tertua di Papua. Sebagai ibu dan
nenek, walaupun sederhana, ia cukup bahagia dikelilingi kesembilan
anak-anak dan beberapa cucunya. Ester Kereway memang perempuan Papua
yang mandiri. Ia patut dijadikan panutan bagi perempuan lain tidak hanya
di Papua tetapi juga di seluruh nusantara.
selengkapnya >>> |
|